Saturday, May 2, 2020

I couldn't stop thinking about him so i'll put all my feelings on here.

Halo, panggil aja aku elora. Baru baru ini aku bisa dibilang "putus" sama si cowok ini. Yes sakit. Sebelumnya dia mungkin.. tertekan.. stress.. banyak masalah..
Tapi i just couldn't.. support him.
Bahkan apa yang aku lakuin cuma bikin dia tambah sakit hati.....

Sebelumnya dia pernah kejar aku sampai pergi ke Jerman. He's dedicated, the most loving person i've ever met.

Lalu tanggal 19 April kemarin dia declare.. aku udah ga ada lagi di hatinya.

Sebenernya pada saat itu aku masih ga percaya, tapi lambat laun hatiku tambah sakit.. tambah sakit.. tambah sakit.. sampe akhirnya aku berusaha untuk kejar dia kembali.

But somehow.. dia udah nemu pengganti di hatinya. 25 April dia bilang, aku kalah. Aku udah kalah, dia udah sama cewek lain. Bukan karena kalah yang buat aku sakit, tapi karena semesta udah ambil yang udah jadi separuh jiwa sama tujuan hidupku.

I'm devastated.

Sejak 19 April tidurku gapernah nyenyak. Mimpiku selalu dia. Selalu gimana aku jatuh hati sama dia.

Well, aku ngobrol sama ceweknya.. ternyata dia ini udah ada interest sama cewek ini sekitar 12 April.. jadi memang mungkin ada faktor eksternal...

Yes, kali ini aku yang bertanya. Bisakah perasaan 3 tahun hilang dengan secepat itu?

Yes bisa. Tapi aku ingin berjuang aku ingin berusaha. Entah apa yang bisa kulakukan? Aku pingin susul dia ke Jerman kali ini. Tapi berat.. aku ga bisa segampang itu susul dia.

Ya Allah, aku tahu bahwa engkau memberiku pelajaran untuk membentuk diriku. Aku cuma berharap diriku bisa kuat menghadapi hari hari tangisan.

I'll improve myself.
Semoga perjalanan ini adalah perjalanan yang baik

No comments:

Post a Comment

Kenapa aku harus mimpi dia lagi? Dia kembali, meminta untuk membuka lembaran baru lagi. Sungguh, aku bahagia di dalam mimpi. Sangat bahag...